Anita Farhan

Serabi Solo

Bahan :
500 gram tepung beras
250 gram gula pasir dibikin jadi gula cair
1 butir kelapa parut dibikin jadi santan kental
600 cc air
Soda kue
Minyak goreng buat menggoreng (bubuhkan ke pancinya dengan kain yang diikat membentuk gumpalan)
Air pandan, kuning telur, coklat mesyes buat selera
Catatan: Perbandingan gula: tepung harus 1:2
Cara membuatnya: Tepung beras dituangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk agar rata membentuk adonan cairan yang kental. Masukkan gula putih cair ke dalam adonan, bubuhkan sedikit soda kue. Siapkan santan yang sudah dimasak matang. Siapkan wajan di atas api arang atau api gas yang kecil, tuangi sesendok sayur adonan (tepung dan gula) lalu ratakan. Setelah adonan setengah matang, tuangkan santan kental sesendok sayur lalu tutup wajannya dengan penutup dari keramik. Kalau suka bisa ditambahkan air pandan atau coklat atau kuning telur. Bila tepi serabi berwarna coklat itu adalah tanda serabi sudah matang.
Pesan dari pembuatnya: Api untuk memasak serabi jangan besar, kalau bisa kira-kira sepanas api arang. Wajan serabi tidak boleh terkena air agar tidak lengket. Wajan hanya boleh dibersihkan dengan minyak goreng saja. Tutupnya dari keramik karena keramik bisa menyerap uap air agar tidak jatuh ke serabi saat dimasak. Tutupnya ini boleh dicuci dengan air. Pembakaran serabi dilakukan dengan alat bakar tradisional terbuat dari tanah liat, yang menggunakan arang. Dengan alat ini, hasilnya maksimal. Kalaumempergunakan gas sebagai pembakar, tetapi serabi tidak mengembang dan tidak menghasilkan serat

Sumber: andri-permana