Selamat datang di KoranPlus Media Indonesia.
  • Login:

paulbolla

ICW: Bahasyim Sabetannya Lebih Besar dari Gayus Tambunan

Rate this Entry
by on 01-12-2010 at 11:57 PM (80 Views)
Kasus Mafia Pajak




Jakarta - Korupsi dan pencucian uang yang dilakukan pejabat eselon III Ditjen Pajak, Bahasyim Assifiie diyakini lebih besar dari kasus Gayus Halomoan Tambunan. Sebab, Bahasyim telah menduduki jabatan di kantor pajak, sementara Gayus masih berstatus penelaah. Dalam dakwaan jaksa, nilai pencucian uang yang dilakukan Bahasyim mencapai Rp 932 miliar.

"Modus yang dilakukan Bahasyim dan Gayus sama. Bedanya dia lebih kapalan, lebih senior. Sabetannya lebih besar. Kalau Gayus hanya penelaah, Bahasyim kepala kantor pajak," kata aktifis Indonesian Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas saat dihubungi detikcom, Selasa (30/11/2010) malam.

Modus yang dimaksud Firdaus yakni cara menilep pajak. Yakni dengan cara memanipulasi pajak dari jumlah yang seharusnya menjadi hanya sebagian saja. Kemudian, wajib pajak memberikan uang terimakasih kepada petugas pajak karena kewajibannya menjadi berkurang.

"Pertanyaannya untuk modus menyimpan uang korupsi macam-macam. Sangat jarang menyimpan di rekening pribadi. Modelnya tidak transaksional, seperti lewat tanah, rumah. Tujuannya supaya tidak terlacak, PPATK tidak bisa melacak," imbuh Firdaus.

"Antara Gayus dan Bahasyim sama, ada rekening transito (rekening penampungan sementara). Nanti sebagian lagi dibagi ke arah mana sudah ada alurnya. Kalau Bahasyim kepala kantor ya ada juga setoran dari anak buahnya yang dapat dari wajib pajak," tutur Firdaus mengurai panjang lebar.

Oleh karenanya, ICW meminta pengadilan tidak segan-segan memanggil paksa anak dan istri Bahasyim, Winda Arum Hapsari dan Sri Purwanti. Sebab, di kedua orang tersebut, diyakini uang hasil pencucian uang yang dilakukan Bahasyim diparkir.

"Kalau pengadilan yakni hakim berani, memutuskan dipanggil. Keputusan pengadilan untuk memanggil paksa. Sekali tidak datang, dua kali datang, ketiganya harus datang. Bila tidak, terlihat ketidakseriusan dan kemauan untuk membongkar money laundring, Bahasyim dan kawan-kawan," tantang Firdaus Ilyas. (detik.com)

Submit "ICW: Bahasyim Sabetannya Lebih Besar dari Gayus Tambunan" to Digg Submit "ICW: Bahasyim Sabetannya Lebih Besar dari Gayus Tambunan" to del.icio.us Submit "ICW: Bahasyim Sabetannya Lebih Besar dari Gayus Tambunan" to StumbleUpon Submit "ICW: Bahasyim Sabetannya Lebih Besar dari Gayus Tambunan" to Google Submit "ICW: Bahasyim Sabetannya Lebih Besar dari Gayus Tambunan" to Facebook

Tags: mafia pajak Add / Edit Tags
Categories
Politik , Ekonomi

Comments

  1. xena -
    xena's Avatar
    Mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan, Bahasyim Assifie, memiliki aset berupa rumah senilai lebih dari Rp5 miliar di Jalan Cemara Raya No 27 RT 01 RW 06 Perumahan Jaka Sampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    "Tanah di wilayah ini per meternya mencapai sekitar Rp3 juta, sedangkan lahan yang difungsikan untuk membangun rumah memiliki luas 900 hektare, belum termasuk biaya fisik bangunan," ujar petugas kemanan setempat, Untung Krisyanto (60), di Bekasi, Kamis malam.

    Bahkan, rumah dua lantai pada lahan seluas 900 meter persegi dengan desain bangunan mediterania itu bertetanggaan dengan sejumlah pejabat tinggi daerah dan artis ternama di Tanah Air.

    "Rumah bernomor 23-35 Jalan Cemara Raya tepat di depan rumah Bahasyim, adalah milik mantan Bupati Bekasi, Suko Martono. Sementara di bagian samping sebelah selatannya adalah rumah milik Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad dengan nomor rumah 34 Jalan Cendana Raya," katanya.

    Sekitar lima meter ke arah selatan Jalan Raya Cemara, kata dia, sebuah rumah bernomor 26 ditempati oleh vokalis grup band Dewa, Once. Sejumlah penghuni dikawasan tersebut mayoritas adalah pengusaha dengan penghasilan yang relatif cukup besar.

    Rumah bercat kuning muda dan atap genteng coklat mengkilat itu terlihat sepi. Sejumlah brosur tawaran produk yang berserakan di depan garasi mobil menambah kesan penghuni rumah jarang pulang ke rumah tersebut.

    "Penghuni rumah sudah jarang sekali terlihat sejak lebih dari empat tahun lalu saat beliau pulang haji. Paling-paling hanya penjaga rumahnya saja yang sering terlihat beraktivitas bernama Nasir (70)," kata Untung.

    Sosok Bahasyim dikenal kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. "Setiap ada kegiatan rutin warga, seperti arisan dan rapat rukun warga (RW) beliau tidak pernah hadir. Bahkan, saat ada tetangganya yang meninggal pun dia tidak datang," katanya.
Leave a Comment Leave a Comment

SEO by FLOBAMOR